Ragam

Upaya Satlantas dalam Mencegah Kecelakaan

BERITA WAJO – AKP. Muh. Yusuf selaku Kasat Lantas Polres Wajo, bersama rekan-rekan wartawan mengelar diskusi tentang pentingnya mematuhi etika berlalu lintas demi keselamatan dan keamanan para pengendara roda dua dan roda empat. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul. 09 : 00 WITA dan dilakasanakan di warkop Raisa, jalan RA. Kartini Sengkang. Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo. Jumat (1/2/2019)

Dalam uraiannya AKP. Muh. Yusuf sempat menyentil sedikit sebuah ayat. Yang artinya hai orang-orang yang beriman taatilah Allah, dan Rasulnya, serta taatilah ulil amri atau pemimpin.

“Ketika seorang aktif dan giat melaksanakan ajaran Agamanya dengan tulus dan ikhlas. Maka bisa dipastikan dia akan giat merealisasikan. Dan mengimplementasikan aturan berlalintas,,” jelas AKP. Muh. Yusuf

Dalam kesempatan ini, Kasat Lantas memberikan beberapa perumpamaan. Perumpamaan ini dapat jadikan sebagai pembelajaran hidup dalam rangka mematuhi etika berlalu lintas. Seperti kenapa tuhan melarang ummat Islam melaksanakan ibadah sholat dalam keadaan mabuk. Karena konsentrasinya buyar dan tidak karuan.

Sama halnya kenapa pemerintah dalam hal ini kepolisian melarang seseorang berkendaraan dalam kondisi mabuk sehabis minum alkohol, mengantuk. Hal itu akan membahayakan dirinya dan menyebabkan kecelakaan yang dapat menghilangkan nyawa.

“Sementara nyawa dalam agama, khususnya Islam termasuk salah satu yang harus dijaga. Yang diistilahkan dengan hifzun nafs,” kata AKP. Muh. Yusuf.

Kasat Lantas ini pun mengingatkan pentingnya aturan berlalu lintas seperti pentingnya tajwad dalam membaca Al Qur’an.

“Kalau seseorang ingin membaca Al-Quran, tentunya harus memahami hukum-hukum bacaan. Seperti kapan harus dibaca izhar, ikhfa, idgam, iqlab. Sama juga halnya dengan seseorang yang berkendaraan dijalan raya. Harus mematuhi aturan berlalu lintas ketika lampu merah harus berhenti, lampu kuning berhati-hati, lampu hijau bersiap untuk jalan,” terang Kasat Lantas.

Lanjut AKP. Muh. Yusuf, jika kita mau mengkaji etika atau tata tertib berlalu lintas dengan nilai-nilai Agama, sesungguhnya tidak ada yang bertentangan.

“Cuma terkadang kesadaran kita yang kurang. Akhirnya nilai-nilai agama tidak bisa kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari. Semoga perumpamaan ini dapat memberikan pencerahan. Dan menambah kesadaran kita dalam untuk mematuhi etika maupun regulasi berlalulintas,” harap AKP. Muh. Yusuf.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Close
Close