Budaya

Tidak Laksanakan Festival Danau Tempe Duo Amran dapat Sorotan dari Warganya

BERITA WAJO – Danau Tempe salah satu destinasi wisata alam di Indonesia yang merupakan kebanggan masyarakat Wajo, banyak masyakarat wajo, soppeng dan sidrap yang menggantungkan penghidupannya pada Danau Purba ini. Selain terkenal dengan keindahannya danau penghasil ikan air tawar ini juga memiliki banyak kearifan lokal yang terus di jaga kelestariannya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) bersama masyarakat pesisir Danau Tempe akan melaksanakan pagelaran dan pelestarian budaya yang dikemas dalam Festival Danau Tempe.

Kegiatan ini dilakukan sejak dulu hingga menjadi festival tahunan adalah perwujudan rasa syukur atas segala berkah dan rezki yang di peroleh di danau tempe khususnya setahun terakhir, acara paling sacral dalam festival danau tempe ini adalah “Maccera Tappareng” atau menyucikan danau.

Namun berbeda dengan tahun ini sejak kepemimpinan duo Amran masyarakat menyanyangkan sikap Pemerintah Kabupaten Wajo yang tak lagi menyelenggarakan Festival Danau Tempe, Festival tersebut, yang semestinya dilakukan saban Agustus.

Menurut Heryanto Ardi, Festival Danau Tempe telah menjadi tradisi tersendiri bagi masyarakat Wajo, terkhusus bagi mereka yang bermukim di pesisir Danau Tempe.

katanya, Kamis 12/12/2019.

Lanjut ardi, saya sangat menyanyangkan keputusan Amran Mahmud yang tak lagi mengadakan Festival Danau Tempe.
Padahal, komitmen Amran Mahmud yakni menjadikan Danau Tempe sebagai ikon pariwisata terkemuka di Sulawesi Selatan, tutupnya.(AH)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Close
Close