Kesehatan

Sistem Online RSUD Lamaddukkelleng Belum Maksimal, Pasien Kembali Mebludak Diloket Antrian

BERITA WAJO – RSUD Lamaddukelleng merupakan RS terbesar yang ada di Kabupaten Wajo.

Tentunya pelayanan yang diharapkan masyarakat adalah pelayanan yang cepat dan prima.

Namun kondisi Pasien berobat di RSUD yang seharusnya duduk bersantai hingga mendapatkan pelayanan itu hanyalah jadi impian semata,

Faktanya para pasien yang kehabisan fasilitas RS harus duduk dilantai karna sudah full kursi untuk duduk, belum lagi antrain yang membludak hingga menunggu lama, Senin 09/03/2020.

Baca Juga : Banjir di RSUD Lamaddukkelleng Membuat Pasien Panik

Pamandangan ini, tiap hari terjadi, jika pasien ingin berobat harus datang lebih awal karna kalau tidak dia bisa pulang habis Shalat Ahsar.

Bahkan Sistem online yang dirancang untuk mengurangi penumpukan antrian dinilai belum berfungsi secara maksimal.

Salah satu warga sengkang mengatakan Mencermati perkembangan di rumah sakit, terutama keluhan keluhan yang sering dilontarkan oleh pasien, Maka memang sangat penting untuk dilakukan pembenahan, paparnya.

Kondisi seperti ini sudah lama berjalan, Namun hingga kini belum ada perubahan yang berarti. Orang yang datang ke rumah sakit adalah orang sakit yang tentunya butuh kenyamanan. Tetapi kalau kondisinya seperti di atas maka bukanya kesembuhan yang akan didapatkan tetapi malah penyakitnya bisa bertambah. Olehnya itu diperlukan kebijakan yang super cepat dalam menangani kelambanan Pelayanan di rumah sakit ini (RSUD Lamaddukelleng).

Saya siap berdiskusi dalam upaya mengurangi antrean ataupun keterlambatan pelayanan di rumah sakit, ungkap Andi Muspida

Sementara itu Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Pelayanan RSUD Abd. Haris S.Sos., M.Kes mengatakan untuk pelayanan di RSUD Lamaddukkelleng, kami akan maksimalkan memberikan pelayanan yang terbaik.

Namun mengingat ruang agak sempit hingga pelayanan tempat pendaftaran terkadang ga cukup tempat duduk dan ke depannya akan dimaksimalkan, dan selain itu mengenai antrian pendaftaran yang masih terkendala karna belum maksimalnya jaringan online, tutupnya(AH)

Editor : Edi Prekendes

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Close
Close