Sosial

Program Sekolah Aman Bencana RWB Akan Susur Sekolah sekolah

BERITA WAJO – Tujuh tahun setelah pembentukan Rumpun Wija Belawa (RWB) sebagai organisasi sosial kemanusiaan fokus pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, terus mengupayakan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana,salah satunya melalui program Sekolah Aman Bencana.

Sekolah Aman Bencana menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan kesiap siagaan bencana atau pendidikan pengurangan risiko bencana.

Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintahan Indonesia yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, melalui upaya proaktif dalam mengelola bencana.

Rumpun Wija Belawa (RWB) telah melakukan kegiatan penanggulangan bencana di Kecamatan Belawa seperti membagikan sembako, air minum galon serta beberapa kebutuhan lainnya masyarakat terpapar bencana banjir dan angin puting beliung yang sering terjadi di Kecamatan Belawa.

Baca Juga : Rentan-Bencana RWB Gelar Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana

Dalam rangka mengembangkan Kapasitas Organisasi Rumpun Wija Belawa (RWB) dalam Penanggulangan Bencana, dengan mengembangkan organisasi RWB menyusun program Sekolah Aman Bencana di Kecamatan Belawa bekerjasama Disaster Responce Center Masyarakat Peduli Bencana Indonesia (DRC MPBI) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Melalui program ini, Anak-anak terlibat dalam bentuk edukasi kesiapsiagaan bencana melalui simulasi bencana dan cara tepat menghadapinya. “Selain Anak-anak, kita turut melibatkan pihak sekolah dalam melihat potensi risiko yang muncul saat bencana. Bersama pihak sekolah dan komite sekolah, kami turut menentukan hal-hal yang menjadi risiko bencana dan tentu menentukan jalur evakuasi, titik kumpul serta memetakan berbagai area yang aman saat dalam ruangan serta area terlarang agar anak bisa tetap berlindung menuju tempat-tempat yang aman,”ujar Andi Widyastuti Amrullah Ketua Rumpun Wija Belawa (RWB).

Penentuan simulasi sebuah proses perencanaan, Sebelum melakukan simulasi ini kemudian telah diadakan Assesmen Risiko di masing-masing sekolah untuk menentukan Risiko Bahaya yang paling mengancam bagi sekolah tersebut. Berdasarkan hasil asesmen itu pun menjadi dasar untuk kegiatan simulasi, paparnya.

Lanjut Ketua RWB, Saat ini program Sekolah Aman Bencana ini telah dilakukan di RA 3 As’adiyah pada tahun 2019 yang di Fasilitasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana. Dalam simulasi Sekolah Aman Bencana, anak-anak dan guru diajak untuk bertindak seolah-olah terjadi bencana saat di sekolah.

Diantaranya Mengambil tas untuk menutupi kepala, berbaris keluar menuju titik kumpul dan mengikuti jalur evakuasi, menjadi beberapa hal yang dilakukan saat simulasi bencana dalam program Sekolah Aman Bencana.

Harapannya guru dan anak-anak sekarang jadi memahami bagaimana cara melindungi diri jika terjadi bencana di sekolah terutama bencana gempa bumi.

Sebagai bentuk komitmen Rumpun Wija Belawa (RWB) dalam kegiatan Penanggulangan bencana melalui kegiatan Pengurangan Risiko Bencana mengajak sekolah dalam program Sekolah Aman Bencana, para orang tua, guru, komite sekolah serta masyarakat juga akan diajak turut menandatangani komitmen mendukung program tersebut untuk memberikan rasa aman dan terlindungi dari bencana, katanya.

Adapun hasil dari kegiatan Edukasi Mitigasi Bencana tersebut akan menghasilkan dokumen secara tertulis ditandatangani oleh komite, kepala sekolah dan perwakilan pemerintah desa/kelurahan, sehingga sistem mitigasi bencana di sekolah dapat berjalan dengan baik.

Rumpun Wija Belawa (RWB) tahun 2020 menargetkan akan melaksanakan Edukasi Mitigasi Bencana serta Penerapan Sekolah Aman Bencana di 25 sekolah dengan berbagai tingkatan di Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo, tutupnya.(AH)

Editor : Edi Prekendes

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Close
Close