Budaya

Pembukaan Festival Budaya serumpun Bugis di Atakkae

BERITA WAJO – Pembukaan festival Serumpun Budaya Bugis 2019 atau Sempugi 2019 yang dilaksanakan di Kawasan Rumah adat Atakakae Kabupaten Wajo, Sabtu 13 Juli 2019.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sudah ada sejak 20 tahun lalu yang diprakarsai oleh Bapak Dr. H. Ajiep Padindang, S.E., MM dan merupakan momentum dalam memperkenalkan serta melestarikan Budaya Bugis.

Adapun kegiatan yang nantinya akan di festivalkan diantaranya Permainan Rakyat, Pagelaran Budaya serta akan melaksanakan anjangsana ke desa Simpursia, acara ini sendiri akan berlangsung dari tanggal 13 sampai dengan 14 Juli 2019 di Kawasan adat Atakkae Kabupaten Wajo.

Dalam kegiatan ini akan memperkenalkan Budayawan Bugis, wahana dialog budaya untuk pengkajian Budaya Bugis, serta seni pertunjukan Rakyat dari Bone, Soppeng dan Wajo karna memang yang diundang dalam festival ini hanya lingkup Bone, Soppeng dan Wajo dan Insya Allah kedepan Bapak Dr. H. Ajiep Padindang akan menambah cakupan ke beberapa Kabupaten lainnya.

Adapun pelaksana dari kegiatan hari dari Sulapa Eppa yang dibina oleh Dr. H. Ajiep Padindang, 8 corporation serta Sekolah Bugis Wajo, serta dukungan dari semua pihak penyelenggara.

Dalam orasi budaya yang dibawakan oleh Dr. H. Ajiep Padindang menyatakan rasa hormat kepada Pemerintah Kabupaten Wajo, tokoh budaya Wajo, Sekolah Bugis Latiringeng Totaba Wajo, Sekolah Bugis Lamellong Bone dan Sekolah Bugis Latemmamala Soppeng.

Juga disampaikan ini merupakan sosialisasinya sebagai anggota DPD RI utamanya dalam kegiatan kemasyarakatan dan menjadi sosialisasi Kesenian dan Budaya Bugis dan acara ini di selenggarakan di Wajo.

“Acara ini adalah Festival dan bukan perlombaan, dilaksanakan di Wajo karna Bugis pertama adalah kerajaan Wajo, disini dulu adalah permukiman besar sebelum Tosora, disinilah kerajaaan pertama yang merupakan Ibukota pertama sebelum Tosora,” ungkap Dr. H. Ajiep Padindang.

Juga mengharapkan supaya Budaya bugis seperti Massure, Maccera Arajang, dan Lipa Sabbe untuk didaftarkan supaya menjadi Hak Paten Masyarakat Wajo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo H. Amiruddin A, S.Sos., MM yang mewakili Bupati Wajo membuka acara ini mengatakan mengapresiasi apa yang digagas Dr.H. Ajiep Padindang dengan menyelenggarakan acara ini.

“Kita ini sudah mulai luntur dalam budaya dan bahasa kita sendiri, olehnya itu kita harus melestarikan kebudayaan kita sendiri tentunya dengan diadakannya acara semacam ini,” ungkap H. Amiruddin A, S.Sos., MM.

Selanjutnya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, dan kepada pembina dan pengurus Sulapa Eppa di Bumi Lamaddukelleng dan ucapan terima kasih atas dipilihnya tanah Wajo sebagai tempat festival.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Festival Sempugi ini merupakan kegiatan tahunan bagi pemerhati dan pegiat Kebudayaan Bugis di Sulawesi Selatan, dengan menampilkan seni budaya yang mengungkapkan nilai nilai kearifan lokal Bugis, bukan hanya itu pagelaran ini menjadi wahana pertemuan dan silaturahmi keluarga besar serumpun Bugis dari beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan.

Festival Sempugi di Kabupaten Wajo berfokus pada seni, permainan sastra, dan seni sastra bertutur Bugis.

“Saya Saya yakin masyarakat Bugis khususnya para generasi muda akan mengetahui dan mengenal adanya ragam seni budaya tersebut. Begitu banyak pappaseng atau pesan-pesan filosofis leluhur yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat,” Sektetaris Daerah Kabupaten Wajo menutup sambutannya.

( Humas Pemkab WajO )

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Close
Close