AgamaBudaya

Inilah Masjid Pertama dan Tertua di Sulawesi, Masjid Kuno Tosora Wajo Sulsel

BERITA WAJO – Selain sebagai tempat peribadatan bagi kaum muslimin, keberadaan masjid-masjid di Nusantara juga merupakan bukti otentik penyebaran Islam di wilayah setempat. Di Wajo Sulawesi Selatan terdapat sebuah masjid kuno yang menjadi saksi sejarah yang sangat panjang bagi penyebaran Islam di Kerajaan Wajo pada masa lalu. Masjid ini dikenal dengan nama masjid Tua Tosora. Berlokasi di desa Tosora. Berjarak tempuh sekitar 12 km dari pusat kota Sengkang ibu kota Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kondisi bangunan masjid sudah tidak utuh lagi, akibat termakan usia, serta lulu lantak sisa peperangan dengan penjajah Belanda. Namun demikian gambaran bentuk bangunan masjid masih terlihat pada denah dasarnya yang berbentuk bujur sangkar, tanpa serambi, dengan ukuran persegi empat ukuran 15,90 x 15,90 m.

Kemegahan bangunan masjid setidaknya masih bisa digambarkan dengan sisa-sisa reruntuhan yang mencapai sekitar 25 persen. Di Sisi utara, timur, selatan serta sisi barat bangunan masjid, masih terdapat sisa bangunan dinding pembatas dengan ketinggian sekitar 1,5 m serta ketebalan 53 cm. Sedangkan kontruksi bangunannya, tersusun dari batu batu sedimen berbentuk tidak seragam, dengan menggunakan perekat berbahan kapur. Terdapat dua pintu sebagai akses masuk ke dalam masjid, dengan pintu utama terletak di sebelah timur, serta 1 pintu lainnya berada disisi utara masjid.

Satu-satunya elemen masjid yang masih utuh adalah mihrab yang menjadi atribut kuat, sebagai referensi arah kiblat. Luasnya 2,9 x 1,52 m dan tingginya 2,2 m. Terdapat masing-masing 1 jendela berukuran 66 x 66 cm di sisi kiri dan kanannya. Bentuk mihrab melengkung menyerupai kubah. Model seperti ini dapat ditemukan kemiripannya dengan mihrab Masjid Jami’ Tua Palopo dan Masjid Katangka Gowa.

Agak sulit mengidentifikasai bentuk atap masjid ini. Tetapi sebagaimana atap masjid-masjid di Nusantara pada umumnya, serta deskripsi gambar yang kemungkinan diambil pada awal abad 20, atap masjid ini tampak berbentuk tumpan bersusun tiga seperti meru. Puncak atap masjid ini diperkirakan ditopang oleh 4 buah tiang soko guru, seperti yang terlihat dari 3 emplasmen umpak yang utuh dan bisa ditemukan di tengah ruang masjid.

Masjid ini ditandai pula oleh dua unsur pelengkap. Di sisi tenggara masjid, terdapat kolam air wudhu berukuran 7,35 x 5,70 m, serta sumur berkedalaman 13 m. Namun demikian, kolam dan sumur ini diadakan belakangan. Keduanya dibangun dalam masa pemerintahan Sullewatang Andi Mallanti pada awal abad 20.

Terdapat beberapa versi terkait pembangunan masjid ini. Yang pertama dikatakan bahwa masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Arung Matowa Wajo La Pakallongi To Allinrungi dibangun tahun 1621 M, dan diresmikan tahun 1627 M. Sumber lain mengatakan bahwa, masjid ini dibangun oleh Syekh Jamaluddin Akbar Al-Husaini (Syekh Jumadil Kubra) pada tahun 1321 M. Beliau adalah keturunan nabi generasi ke 19, sosok yang disebut-sebut sebagai tokoh yang paling awal menyebarkan agama Islam di tanah Bugis.

Berdasarkan Tarikh tersebut, maka boleh jadi, bangunan ini merupakan masjid PERTAMA dan TERTUA yang dibangun di pulau Sulawesi bahkan di Kawasan Timur Indonesia.

Sumber : Ahmad Muktamar Badruddin

Editor    : Edi Prekendes

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Close
error: Content is protected !!
Close
Close