Agama

Cinta Itu Menuntut Bentuknya

BERITA ISLAMI – Penyelesaian terbaik dan tercepat saat kita berbuat kesalahan adalah memohon ampun pada Allah, meminta maaf pada manusia, menyesali dan tak mengulangi

Itulah yang dilakukan Nabi Adam dengan ucapan “Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa”. Maka Allah berikan baginya ampunan dan rahmah, sesuai dipinta

Allah tak hanya hapuskan kesalahannya, tapi Allah tinggikan derajatnya, terlepas pelajaran yang sangat berharga untuk kelak waktu kedepan

Tapi diantara kita, sudahlah nyata-nyata salah tapi malah memperbesar masalah, alih-alih menyadari dosa malah jumawa, bahkan menyalahkan yang lainnya

Buruk muka cermin dibelah, ribuan alasan pembenaran. Tak perlu heran sih sebenarnya, sebab mereka sudah pengalaman membela penista agama

Dulu penista agama dibela dengan banyak dalil, bahkan diberi gelar Sunan Kalijodo, maka sikap mereka kali ini pun sudah ditebak, kemunafikan memang murah

Apapun alasannya, ummat Muslim punya mata dan telinga, terutama mereka punya hati. Dan mereka cinta pada agamanya, syahadatnya, benderanya

Maka apapun pembenaran mereka, ummat sudah paham, penista akan berkumpul dengan kerumunannya. Yang cinta Islam dan yang tidak sudah sangat jelas

Maka anggaplah semua argumen mereka untuk membela diri itu sebagai lucu-lucuan saja, dan untuk bersyukur bahwa kita masih diberi hidayah

Kita tak harapkan mereka sadar, sebab sepertinya batu diadu kepala mereka pun masih menang mereka. Kita sambut saja challenge mereka

Dengan membakar bendera mereka? Ya nggak lah, kita tunjukkan perbedaan intelektualitas dong. Kita akan berkreasi dengan kalimat tauhid itu

Call to all artist. Penuhi dan hiasi semua linimasa dengan kreasi kita tentang kalimat tauhid. Cinta itu menuntut lisan, tulisan, dan karya. Love you all

Cinta Itu Menuntut Bentuknya

Cinta Itu Menuntut BentuknyaPenyelesaian terbaik dan tercepat saat kita berbuat kesalahan adalah memohon ampun pada Allah, meminta maaf pada manusia, menyesali dan tak mengulangiItulah yang dilakukan Nabi Adam dengan ucapan "Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa". Maka Allah berikan baginya ampunan dan rahmah, sesuai dipintaAllah tak hanya hapuskan kesalahannya, tapi Allah tinggikan derajatnya, terlepas pelajaran yang sangat berharga untuk kelak waktu kedepanTapi diantara kita, sudahlah nyata-nyata salah tapi malah memperbesar masalah, alih-alih menyadari dosa malah jumawa, bahkan menyalahkan yang lainnyaBuruk muka cermin dibelah, ribuan alasan pembenaran. Tak perlu heran sih sebenarnya, sebab mereka sudah pengalaman membela penista agamaDulu penista agama dibela dengan banyak dalil, bahkan diberi gelar Sunan Kalijodo, maka sikap mereka kali ini pun sudah ditebak, kemunafikan memang murahApapun alasannya, ummat Muslim punya mata dan telinga, terutama mereka punya hati. Dan mereka cinta pada agamanya, syahadatnya, benderanyaMaka apapun pembenaran mereka, ummat sudah paham, penista akan berkumpul dengan kerumunannya. Yang cinta Islam dan yang tidak sudah sangat jelasMaka anggaplah semua argumen mereka untuk membela diri itu sebagai lucu-lucuan saja, dan untuk bersyukur bahwa kita masih diberi hidayahKita tak harapkan mereka sadar, sebab sepertinya batu diadu kepala mereka pun masih menang mereka. Kita sambut saja challenge merekaDengan membakar bendera mereka? Ya nggak lah, kita tunjukkan perbedaan intelektualitas dong. Kita akan berkreasi dengan kalimat tauhid ituCall to all artist. Penuhi dan hiasi semua linimasa dengan kreasi kita tentang kalimat tauhid. Cinta itu menuntut lisan, tulisan, dan karya. Love you all#Islam #tauhid #proud #syahadat #bendera #felixsiauw #radikalisromantis #challenge

Posted by Ustadz Felix Siauw on Thursday, 25 October 2018

#Islam #tauhid #proud #syahadat #bendera #felixsiauw #radikalisromantis #challenge

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Close
Close