BudayaRagamSejarah

Asal Mula Kerajaan Cina Pammana

BERITA WAJO – Dalam rangka mengenang kejayaan Kedatuan Cina digelar Acara Adat. Kerajaan Pammana merupakan kerajan tertua yang ada di Kabupaten Wajo. Asal mula kerajaan pammana sebelum menjadi kerajaan pammana di kenal dengan nama kerajaan cina. Pergantian kerajaan cina menjadi kerajaan pammana terjadi pada sekitar abad ke 15 M dan kerajaan cina di pimpin oleh seorang raja yang sangat bijaksana bernama aji sangaji pammana.

Aji sangaji pammana tidak mempunyai keturunan sedangkan beliau sangat di junjung tinggi oleh rakyatnya karna rakyatnya menginginkan raja di kenang sepanjang masa maka menghadaplah rakyatnya kepada sang datu untuk meminta sesuatu dari datunya yang bisa di kenang sampai ke anak cucunya atau peninggalan yang monumental. Sang Datu meminta kepada rakyatnya.

“kalau kau ingin mengenang saya sepanjang masa gantilah nama kerajaan cina dan ambil nama saya untuk di abadikan menjadi nama kerajaan” maka pada saat itu pula cina di ganti menjadi kerajaan pammana di ambil dari nama belakang sang raja yaitu Aji sangaji pammana. kemudian rakyat meminta supaya sang raja memilih penggati sendiri karna tidak adanya putra mahkota, maka raja meminta sepeninggalnya nanti ada Empat keponakannya yang layak menggantikan kedudukannya sebagai raja. Akhirnya terpilih We Tenrilallo Arung Liu menjadi raja pertama bergelar datu pammana .

Untuk mengenang Kejayaan Kerajaan Cina atau Kerajaan Pammana, masyarakat Dusun Sarepaoe Desa Simpurusia Kecamatan Pammana menggelar pesta adat dalam bentuk kesukuran dan doa keselamatan sebelum dan sesudah menuai hasil panen. Pada prosesi tradisi itu dikenal warga setempat mangre sipulung di daerah perkuburan Petta langkanange tepatnya di puncak gunung kerajaan Cina. Dikawasan puncak gunung kerajaan cina didapati berbagai bentuk keunikan, mulai dari bangunan rumah-rumah kecil hingga kuburan memiliki batu nisan terbaring layaknya bentuk tubuh manusia.

Kuburan itu adalah kuburan Lataranatirie Daeng Mabela. Ditempat itu pula warga meminta doa dipandu tetua di sebuah rumah dengan beranekaragam bentuk sesajian, di dalam rumah itu terdapat pula bentuk kuburan diduga salah satu datu Kerajaan Pammana yakni Petta langkanangnge . Ritual itu sudah sejak 10 tahun lamanya rutin dilaksanakan.

“Acara ritual semacam ini untuk mengenang Kejayaan Kerajaan Cina atau Kerajaan Pammana dari masa lampau hingga sekarang ini, dan kegiatan semacam ini dikenang warga setempat adalah manre Sipulung”kata Tetua Kampung Hame

Dijelaskan pula Tetua Kampung, rumah-rumah kecil yang dibangun menyerupai rumah milik warga setempat merupakan hajat atau janji masyarakat setempat.

“Kalau terkait rumah-rumah kecil yang dibangun, itu merupakan hajat warga setempat, dan pada saat berhasil membangun rumah tempat tinggalnya, maka warga itu kembali disekitar kerajaan Pammana ini membangun rumah-rumah kecil menyerupai tempat tinggalnya itu” lanjut Tetua Kampung Hame.

10981697_1097579906934294_1205158029002411928_n - Copy

Selesai doa bersama, sesajian di pemakaman yang dikenal sakral dilanjutkan dengan makan bersama. Datu Pammana yang ke 44 Drs Andi Syahrazad Pallawarukka, saat dimintai tanggapannya terkait pelaksanaan acara adat istiadat itu mengatakan, kegiatan semacam itu sebagai bentuk kesyukuran masyarakat, bentuk kesyukuran itu diadakan sebelum dan sesudah panen, disamping itu juga merupakan bentuk pelepaskan hajat.

Datu Pammana yang ke 44 Andi Syahrazad Pallawarukka, juga mengatakan Bukan hanya kerajaan Pammana saja, namun keseluruhan kerajaan yang ada di Kabupaten Wajo butuh pelestarian dan perhatian pemerintah setempat.

Datu Pammana yang ke 44 Drs Andi Syahrazad Pallawarukka, melanjutkan (Sekretariat) Dewan Adat Kedatuan Pammana (DAKP) Pusat Pammana Kabupaten Wajo Jl. A. P. Pettarani Kecamatan Tempe

Melalui Ketua Adat Pammana Andi Kadir menyebutkan sebelum pergantian nama Kerajaan Cina beralih menjadi Kerajaan Pammana, masih banyak kisah cerita awal terbentuknya kerajaan itu meski dikenang dan diketahui anak cucunya sekarang ini. Mulai dari proses Kedatuan Cina pertama hingga sekarang ini ceritanya perlu dilestarikan. Cerita sejarah menyebutkan bahwa di daerah Kedatuan Cina, Raja pertamanya dikenal Lasattung pogi punya langkanang di gunung latimojong dan diistilah mallangkanae di Latimojong.

Pasa saat itu, Lasattung Pogi turun berlayar dan melihat daratan. Dan didaratan itu dirinya berinisiatif untuk tinggal dan membangun sebuah kerajaan Cina. Setelah diangkat menjadi raja cina beliau memperistrikan We Tenriabeng saudara Datu sengngeng. Dari hasil pernikannya itu, lahirlah anaknya yang diberi nama we cudai daeng risompa. Inilah anaknya dipinang oleh Sawerigading Opunna Ware dari Kerajaan Luwu, perkawinannya itupun melalui proses panjang. Kerajaan Cina pertama juga pada masa itu mengalami tiga kali pergantian raja, ketiga rajanya itu yakni, Lasattung Pogi, Wai cudai deng risompa, Lagaligo, dan Raja Lagaligo merupakan raja terakhir masa Lagaligo

Pada proses kedua, kedatuan cina ada istilah manurung. Manurung pertama adalah Simpurusiang dan itu menjadi datu china pertama pada masa lontra. Pada masa lontara tercatat 21 pergantian Datu atau Raja yang memimpin. Setelah kekuasaan ke 21 raja pada masa lontara berakhir. Datu Cina yang dikenal aji sangaji pammana tidak memiliki keturunan.

Singkat cerita, We Tenrilallo yang menjadi Datu Pammana Pertama. Adapun Datu Pammana La Tenripatang to Kelling, sezaman dengan La Tadampare Puangrimaggalatung Arung Matowa Wajo. Sementara Datu Pammana La Mappapoli adalah raja pertama memeluk agama islam dengan gelar Sultan Abdul Rasyid. Datu Pammana Lamappapoli menikah dengan putri raja gowa, lahirlah massurasewalie selanjutnya  lahirlah Lataranatirie daeng mabela sehingga digelar petta latinru petta mabbolabatue.

Ketua DPRD Kabupaten Wajo H Muhammad Yunus Panaungi rencana kedepannya mengagendakan pembangunan Baruga serta tempat pertemuan di lokasi perbukitan Kerajaan Cina itu.

“Untuk melestarikan Kerajaan Pammana ini, kedepannya kita berencana akan membangunkan Baruga sebagai tempat pertemuan di lokasi Kerajaan Cina ini” kata Ketua DPRD Kabupaten Wajo H Muh Yunus Panaungi.

Ketua DPRD Kabupaten Wajo H Muh Yunus Panaungi memperlihatkan rancangan dalam bentuk denah pembangunan Baruga serta tempat permusyawarahan yang disaksikan tokoh-tokoh masyarakat dan warga setempat. Mudah-mudahan saja apa yang diharapkan bersama bukanlah sebatas perencanaan, melainkan dapat diperjuangkan serta dituangkan dalam bentuk karya nyata yang dapat dilihat oleh kasat mata.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Close
Close