Ragam

Aktivis AMIWB Mendesak A.Kemmang CS Mencabut Gugatannya

BERITA WAJO – Pembebasan lahan bendungan paselloreng tak henti-hentinya menuai polemik, belum tuntas masalah pembayaran kini muncul lagi masalah baru, dimana muncul oknum yang mengklaim memilki lahan yang luasnya ribuan hektare.

Mengenai hal itu, Syaifullah Andi Mattola yang juga aktivis AMIWB angkat bicara.
Menurutnya, oknum yang tiba tiba muncul dan mengklaim ribuan hektare tanah ini tidak jelas. Bagaimna bisa, orang yang tidak di kenal bahkan wajahnya pun tak pernah terlihat lalu kemudian tiba-tiba muncul dan mengkalim punya hak atas kepemilikan tanah di desa Paselloreng.

Diketahui bahwa oknum yang mengklaim kepemilikan tanah 1.300 ha adalah Andi Kemmang, ia kemudian menggandeng beberapa pengacara untuk membantunya di persidangan Pengadilan Negri Sengkang.

Namun dalam hal gugatannya, terdapat beberapa kejanggalan, mereka tidak tahu menahu letak lokasi tanah yang mereka klaim, kemudian saksinya juga bukan asli dari penduduk setempat. Tapi orang luar yang notabenenya tidak paham lokasi pembebasan lahan tersebut. Dan sempat terjadi kontak fisik di luar persidangan antara kelompok A.Kemmang CS dan masyarakat paselloreng.

“Sangat jelas oknum ini hanya ingin mencari keuntungan dengan menghalalkan segala cara, masyarakat paselloreng saja satupun tidak ada yang mengenal mereka, bahkan lokasi tanahnyapun mereka tidak tahu, jadi itu yang membuat geram masyarakat paselloreng, dan beberapa hari lalu sempat terjadi kericuhan di Pengadilan Negeri Sengkang, karna emosi warga sudah tidak terbendung dan berusaha untuk menemui langsung si A.Kemmang CS itu. Tapi karna mereka susah untuk menemuinya maka mereka meluapkan kekesalannya di depan PN Sengkang dengan cara yang mereka anggap benar” imbuhnya.

Jika PN Sengkang tidak profesional menangani perkara ini, di khawatirkan terjadi konflik sosial, dengan adanya insiden beberapa hari lalu seharusnya itu sudah menjadi pertimbangan untuk PN Sengkang dan A.Kemmang CS untuk melanjutkan perkaranya, bila perlu PN Sengkang harus menolak semua tuntutan dari pada A.Kemmang CS.

“Saya khawatirnya kalau masalah ini terus berlarut akan terjadi konflik sosial di tengah masyarakat, apalagi dengan insiden beberapa hari lalu yang telah mengakibatkan terjadinya korban, maka ini sudah sepantasnya menjadi bahan pertimbangan untuk PN Sengkang dan A.Kemmang CS untuk melanjutkan sidang perdatanya. dan kalau perlu PN Sengkang harus menolak semua gugatan dari pada A.Kemmang CS”. Tambahnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Close
Close